Minggu, 29 Januari 2012

Barzahh


Barzahh
Artinya pemisah. Para ulama mengartikan alam barzakh sebagai periode antara kehidupan dunia dan akhirat.
Keberadan di sana memungkinkan seseorang untuk melihat kehidupan dunia dan akhirat. Kehidupan di sana bagaikan dalam suatu ruangan yang terpisah yang terbuat dari kaca. Kehidupan penghuninya dapat melihat hari kemudian sedangkan mereka juga melihat kita yang hidup di pentas dunia ini. al-Qur’an melukiskan keadaan orang kafir ketika itu pada surat Al-Mu’minun ayat 45-46.

Roh dapat merasakan bahwa ajal sudah dekat
1.             Imam Ghazali
Diceritakan oleh Al-Jauzi dari saudaranya Ahmad : suatu waktu pada hari senin waktu subuh, saudaraku imam Ghazali berwudhu’ lalu sembahyang kemudian berkata : Aku memerlukan kafan. Dia terus mengambil kafan itu, menciumnya serta menutupkannya ke atas kedua belah matanya. Kemudian berkata : saya dengar dan taat untuk masuk menemui Allah. Kemudian meluruskan kakinya dan menghadap kiblat setelah itu beliau pun pergi menuju keridhaan Allah.

2.            An-Naqrasyi, perdana menteri Mesir masa lalu.
Pada suatu malam dia pergi ke perkuburan temannya Ahmad Mahir. Padahal tidak biasanya ia lakukan. Pada malam itu juga ia meninggal lalu bertetangga dengan temannya yang ia ziarahi itu.

3.            Aisyah : aku tidak percaya lagi ada orang meninggal dengan mudah setelah melihat bagaimana Rasulullah mengakhiri hidupnya.

4.            Menjelang kematian Amr bin Ash ditanya ; bagaimana perasaanmu? Dijawab, rasanya seolah-olah langit sudah runtuh dan rohku seperti keluar dari lubang jarum. Bahkan diri ini seperti barang yang di goreng dalam kuali tidak mati sehingga dapat berehat dan tidak sanggup terbang untuk tenang.

5.            Ketika ibnul mubarak sudah dkat ajalnya dia buka kedua matanya sambil tertawa dan berkata : “untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang-orang yang beramal”


Keutamaan sahabat
Rasulullah saw bersabda : jangan mencaci sahabatku, demi Allah yang jiwaku ada di tangannya, sesungguhnya seandainya kamu membelanjakan emas sebesar uhud, niscaya hal itu tidak akan menyamai satu amal salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya (HR. Ahmad dan Bukhari)

Musuh-musuh Islam senantiasa memfitnah:
Islam disebarkan dengan menggunakan pedang. Tapi mereka tidak pernah menjawab ketka dipertanyakan siapa yang menyuap Carlyle 1840 ketika membela Muhammad dan menyangkal pernyataan tentang pedang. Tidak ada seorang pun yang disuap, ketika itu seluruh muslim dalam kemiskinan. Negaa-negara Islam berada dalam kekuasaan bangsa kristen kecuali beberapa negara kecil seperti; iran, afghanistan dan turki yang tetap merdeka. Tidak ada kekayaan yang bisa di sombongkan dan tidak ada uang untuk menyuap orang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar