Minggu, 29 Januari 2012

Barzahh


Barzahh
Artinya pemisah. Para ulama mengartikan alam barzakh sebagai periode antara kehidupan dunia dan akhirat.
Keberadan di sana memungkinkan seseorang untuk melihat kehidupan dunia dan akhirat. Kehidupan di sana bagaikan dalam suatu ruangan yang terpisah yang terbuat dari kaca. Kehidupan penghuninya dapat melihat hari kemudian sedangkan mereka juga melihat kita yang hidup di pentas dunia ini. al-Qur’an melukiskan keadaan orang kafir ketika itu pada surat Al-Mu’minun ayat 45-46.

Roh dapat merasakan bahwa ajal sudah dekat
1.             Imam Ghazali
Diceritakan oleh Al-Jauzi dari saudaranya Ahmad : suatu waktu pada hari senin waktu subuh, saudaraku imam Ghazali berwudhu’ lalu sembahyang kemudian berkata : Aku memerlukan kafan. Dia terus mengambil kafan itu, menciumnya serta menutupkannya ke atas kedua belah matanya. Kemudian berkata : saya dengar dan taat untuk masuk menemui Allah. Kemudian meluruskan kakinya dan menghadap kiblat setelah itu beliau pun pergi menuju keridhaan Allah.

2.            An-Naqrasyi, perdana menteri Mesir masa lalu.
Pada suatu malam dia pergi ke perkuburan temannya Ahmad Mahir. Padahal tidak biasanya ia lakukan. Pada malam itu juga ia meninggal lalu bertetangga dengan temannya yang ia ziarahi itu.

3.            Aisyah : aku tidak percaya lagi ada orang meninggal dengan mudah setelah melihat bagaimana Rasulullah mengakhiri hidupnya.

4.            Menjelang kematian Amr bin Ash ditanya ; bagaimana perasaanmu? Dijawab, rasanya seolah-olah langit sudah runtuh dan rohku seperti keluar dari lubang jarum. Bahkan diri ini seperti barang yang di goreng dalam kuali tidak mati sehingga dapat berehat dan tidak sanggup terbang untuk tenang.

5.            Ketika ibnul mubarak sudah dkat ajalnya dia buka kedua matanya sambil tertawa dan berkata : “untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang-orang yang beramal”


Keutamaan sahabat
Rasulullah saw bersabda : jangan mencaci sahabatku, demi Allah yang jiwaku ada di tangannya, sesungguhnya seandainya kamu membelanjakan emas sebesar uhud, niscaya hal itu tidak akan menyamai satu amal salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya (HR. Ahmad dan Bukhari)

Musuh-musuh Islam senantiasa memfitnah:
Islam disebarkan dengan menggunakan pedang. Tapi mereka tidak pernah menjawab ketka dipertanyakan siapa yang menyuap Carlyle 1840 ketika membela Muhammad dan menyangkal pernyataan tentang pedang. Tidak ada seorang pun yang disuap, ketika itu seluruh muslim dalam kemiskinan. Negaa-negara Islam berada dalam kekuasaan bangsa kristen kecuali beberapa negara kecil seperti; iran, afghanistan dan turki yang tetap merdeka. Tidak ada kekayaan yang bisa di sombongkan dan tidak ada uang untuk menyuap orang.


Selasa, 10 Januari 2012

Wanita Tiang negara

Judul itu papa saya yang mengusulkan ketika saya membuat karya ilmiah di smester 2 lalu. Saya menyesal karna belum sempat menunjukkan hasilnya pada papa. Karena pada saat itu waktunya sempit dan harus mengumpulkan karya ilmiahnya dengan segera. Jadi belum sempat den setelahnya saya lupa memberitahu ayah saya. Isinya :


      Wanita memiliki peran amat besar dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan  bernegara. Tanpanya, kehidupan tidak akan berjalan semestinya. Sebab ia adalah pencetak generasi baru. Sekiranya di muka bumi ini hanya dihuni oleh laki-laki, kehidupan mungkin sudah terhenti beribu-ribu abad yang lalu. Oleh sebab itu, wanita tidak bisa diremehkan dan diabaikan, karena dibalik semua keberhasilan dan kontinuitas kehidupan, di situ ada wanita.
       
        Di negara-negara Timur, kini sedang merebak penyakit yang menggigit disebut dengan “emansipasi wanita” dalam menuntut persamaan mutlak dengan kaum pria. Telah berserakan pabrik-pabrik atau perusahaan-perusahaan yang mengeksploitasi hajat kaum wanita pada pekerjaan dan terus menerus memperlakukan wanita  dengan perlakuan aniaya. Perlakuan yang tidak dapat diterima akal atau budi nurani manusia. Kaum wanita tetap diberi upah lebih kecil dari yang diberikan kaum pria dalam perusahaan dan pekerjaan yang sama. Sehingga menimbulkan hasrat penyetaraan gender. Untuk mencapai tuntutan mereka itu, tidak ada jalan lain selain revolusi dan pemberontakan yang bergejolak dan berkobar untuk menghancurkan ketidakadilan yang berlaku.

        Sedangkan di negara-negara Barat, wanita sebagai hiasan dan alat kemewahan sangat ditonjolkan kaum elit. Mereka sesungguhnya tidak benar-benar menghormati wanita sebagai insan yang layak dihargai, namun didorong oleh syahwat dan nafsu birahi yang menyebabkan kaum pria cinta wanita. Dan wanita dalam gejolak kebodohannya merelakan begitu saja apa-apa yang menjadi mahkotanya atas nama keindahan.
   
         Suatu kenyataan yang menggelitik, jika dalam suatu kaum terdapat yang mempertahankan kedudukan dan perannya mati-matian sedangkan separuh dari kaum tersebut, menjual kedudukannya yang mulia semurah-murahnya, dengan mengumbar aurat dan acuh terhadap hilangnya rasa malu.

         Kisah ini merupakan jembatan sebelum kita mencapai jalan untuk memahami peranan wanita Islam dalam menghadapi tantangan zaman yang kian nyata dekadensi moral dan akalnya. Telah kita ketahui, bahwa 90% masyarakat bangsa kita ini adalah penganut agama Islam. Agama yang ajarannya menjulang di ufuk kesempurnaan. Mengapa kita tidak mengambil segala macam solusi dari Al-Islam? Mengapa harus kita melihat bukan dengan mata kita sendiri melainkan taqlid buta terhadap pemikiran bangsa barat? Pemikiran yang mengatakan bahwa wanita adalah makhluk kedua. Sehingga kericuhan yang palsu telah menyesaki udara dengan konggres dan mu’tamar-mu’tamar wanita.

         Dalam Al-Islam adalah suatu kenyataan yang tidak perlu diperingatkan kembali, bahwa menurut agama ini wanita adalah makhluk insani yang sejenis dan setaraf dengan pria. Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 1 yang artinya;
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya dan dari padanya keduanya mengembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, yang telah kamu persoalkan diantara satu sama lain, dan hubungan silatur-rahim. Sesungguhnya Allah adalah selalu menjaga kamu” (An-Nisa’ : 1)”
Menurut Jumhur Mufassirin, ‘dari padanya ’ disini ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan. Diri manusia itu pada hakikatnya ialah satu, kemudian dibagi dua; yaitu jantan dan betina. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwasanya meskipun dua coraknya, jantan dan betina, namun hakikat jenisnya tetap satu yaitu manusia. Laki-laki dan perempuan sama-sama manusia.

         Oleh karena asalnya satu, kemudian dibelah dua, terasalah bahwasanya yang satu tetap memerlukan yang lain. Hidup belumlah lengkap kalau belum dipertemukan kembali “Belum disatukan”. Dari diri yang satu dibagi dua dan kemudian dipersatukan kembali itulah asal-usul berkembang-biaknya manusia ini, sejak dunia ini dikembangkan dan didiami. dan dari sinilah asal-usul manusia yang banyak ini. Maka di dalam ayat ke-1 surat An-Nisa ini di awalilah dengan anjuran kesadaran kepada Allah itu terpeliharalah hidup dan selamatlah pertemuan antara kedua bahagian yang telah terpisah itu.

         Ayat diatas menunjukkan kesatuan yang sempurna tentang asal, perkembangan dan akibat. Persamaan mutlak dalam kemanusiaan ini, mengakibatkan persamaan dalam hak-hak yang langsung berhubungan dengannya. Diharamkannya juga, harta dan kehormatannya. Maka tidakkah dengan ayat yang sempurna cakupannya ini kita tersadar? Suatu cacat bagi kita kaum wanita, jika masih berkacamata bahwa pandangan baratlah yang terbaik. Dengan meniru adat istiadatnya yang jauh dari kesopanan, keindahan nurani dan kesetaraan. Wanita bagaikan pajangan yang mudah disentuh dan dianiaya.

         Di beberapa surat lain dalam Al-Qur’an disebutkan, perempuan-perempuan yang terhormat dan muliawan. Disebut diantara perempuan-perempuan itu ada juga yang mendapat wahyu dari Tuhan yang istimewa adalah Ibu Nabi Musa, yang diperintahkan Tuhan melemparkan puteranya ke dalam arus sungai Nil. Dan Maryam ibu Isa yang sejak lahirnya ke dunia telah diserahkan oleh ibunya  ke dalam asuhan Nabi Zakaria untuk memenuhi nazarnya agar anaknya menjadi salah seorang penyelenggara Masjidil Aqsa dan kemudian dengan kehendak Allah dia melahirkan Isa al-Masih alahissalam.

         Disamping itu tersebut pula isteri tua dari Nabi Ibrahim yaitu Sarah yang didatangi oleh malaikat-malaikat utusan Tuhan dan disampaikan kepadanya pesan Tuhan bahwa meskipun ia telah sangat tua, dia akan melahirkan anak laki-laki, itulah ishaq. Disebut juga dalam Al-Qur’an tentang kakak Nabi Musa yang perempuan, yang disuruh oleh ibunya mengintip-intip kemana hanyut adiknya. Disebut juga dalam Al-Qur’an, kedua puteri Nabi Syu’aib mengembalakan kambing di negeri Madyan. Seorang diantaranya menjadi isteri Musa. Disebut juga dalam al-Qur’an tentang isteri Fir’aun yang bernama Asiah, yang mengangkat Musa menjadi anak dan membela Musa sampai dewasa. Perempuan ini yang sebagaimana disebut dalam Surat Al-Tahrim yang memohon kepada Allah agar dibuatkan sebuah rumah di surga, pada kehidupan di akhirat kelak; sebab istana Fir’aun yang demikian megah dipandangnya bagai neraka saja.

         Adapun di dalam surat An-Naml dikisahkan tentang Ratu di negeri Saba’ yaitu Ratu Bilqis. Diterangkan peraturan politiknya dengan Nabi Sulaiman. Dalam beberapa ayat yang singkat diterangkan bagaimana wibawa wanita agung itu memerintah. Sampai orang-orang besarnya tunduk setia menunggu perintah. Salah satu kata bersayap yang ia tinggalkan, tetap terlukis didalam Al-Qur’an ialah : “Apabila raja-raja memasuki (menundukkan) suatu negeri, dia akan membuat kerusakan dalam negeri itu, dan penduduknya yang mulia-mulia akan dibuatnya jadi hina...”. Inilah diantaranya beberapa kisah tentang wanita-wanita dalam Islam, yang juga mengenai rumah tangga, peraturan hidup, semuanya itu meninggalkan kesan yang dalam sekali.

         Sejenak, mari kita simak syair dari bijak bestari muslim yang memaparkan hakikat perempuan dalam bait-bait mahakaryanya yang indah :
Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi

       Indah bukan? Seindah wajah yang tidak kering dari air wudhu dan pandangan mata yang ditundukkan. Sekiranya Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadi pasal-pasal rujukan generasi masa kini khususnya wanita, tiada lagi keraguan akan kemajuan bangsa ini. Karena wanita tiang negara, semakin sempit pemikiran wanita akan kebebasan dan kemajuan yang didambakan, semakin terpuruk bangsa ini dari apa-apa yang diharapkan.
   
        Menurut Muhammad Qutb, Kondisi mental dan psikologis wanita yang bersifat keibuan dengan perasaannya yang luhur, pekerjaan-pekerjaannya yang mulia, serta ketelitian luar biasa yang dimiliki mengimbangi kondisi-kondisi fisiknya. Yang satu melengkapi yang lain, beriringan dan akan lumpuh jika adanya yang satu tanpa adanya yang lain. Watak yang halus, reaksi yang cepat dan pergolakan perasaan yang kuat membuat perasaan dan bukan kecerdasan sebagai sumber paling sensitif. Dan semua itu merupakan syarat keibuan. Sebab tuntutan anak tidak memerlukan fikiran yang kadang-kadang cepat dan kadang-kadang lambat, kadang-kadang ada dan kadang-kadang tidak, tetapi yang diperlukan adalah perasaan yang hangat, yang dapat memberikan reaksi tanpa berfikir dan dapat memenuhi tuntutan tanpa berlambat-lambat. Demikianlah peranan wanita yang sebenarnya.
   
    Adapun di bawah ini menyebutkan beberapa peran wanita dalam agama Islam :

I.    Peranan Wanita dalam Mendidik Umat
     
      Syauqi mengatakan “Ibu ibarat madrasah, jika kau persiapkan maka sesungguhnya anda sedang menyiapkan bangsa (besar) yang wangi keringatnya.”
Wanita adalah guru pertama bagi sang anak, sebelum dididik orang lain. Sejak ruh ditiupkan ke dalam rahim, proses pendidikan sudah dimulai. Sebab mulai saat itu, anak telah mampu menangkap rangsangan-rangsangan yang dberikan oleh ibunya. Ia mampu mendengar dan merasakan apa yang dirasakan ibunya. Bila ibunya sedih dan cemas, ia pun merasakan demikian. Sebaliknya, bila ibunya merasa senang, ia pun turut senang. Kemudian bertambah hari, minggu dan bulan, yang pada wakunya ia terlahir ke muka bumi. Dari hari ke hari, ia sudah berusaha memahami apa yang diajarkan oleh seorang ibu. Bila seorang ibu membiasakan anaknya dari kandungan sampai dewasa dengan adab-adab Islam, ia pun akan terbiasa dengan hal itu. Tapi sebaliknya, bila ibu membiasakan dengan adab-adab yang tidak Islami, ia pun akan ikut seperti ibunya. Saat inilah shibgah seorang ibu sangat berpengaruh pada anak. Karena perkembangan otak anak sangat cepat. Daya ingat pun masih kuat.

II.    Peran Wanita dalam Dakwah.
     
       Di samping wanita sebagai ibu rumah tangga dan pendidik generasi, ia dalam satu waktu juga berperan sebagai pendidik para pemudi-pemudi dan ibu-ibu. Di dalam rumah ia pendidik anak-anak, sedang di luar rumah ia pendidik sebagian anggota masyarakat.
Jumlah wanita di dunia ini lebih banyak dari pada jumlah laki-laki. Bila potensi ini tidak diarahkan dan dididik dengan baik, ia akan menjadi penghancur masyarakat, negara bahkan dunia. Suatu masyarakat dikatakan berhasil, bila wanitanya berakhlak mulia. Wanita bagaikan mahkota, bila mahkota baik, maka seluruhnya akan kelihatan cantik dan bagus. Tapi bila mahkotanya rusak, maka yang lainpun tidak ada artinya apa-apa.

         Menurut Hudzaifah, seorang wanita tidaklah cukup berkutat dalam rumah saja sebagai IRT, karena para tunas bangsa dan agama telah menunggu uluran tangannya. Apalagi pada saat ini, umat sedang mengalami penurunan akidah, moral dan ibadah. Wanita tak segan-segan lagi melepas jilbabnya. Bahkan menanggalkan pakaian muslimahnya, justru pakaian-pakaian barat, pakaian orang kafir yang menjadi kebanggaan mereka. Tidak malu-malu lagi wanita menggandeng, berbincang, pegang sana pegang sini dengan laki-laki bukan mahram. Pergi berduaan tanpa merasa berdosa. Berkhalwat dengan alasan urusan organisasi, kantor dan sebagainya. Tidak sampai di situ saja, bahkan lebih dari itu. Oleh sebab itu tugas kita adalah mentarbiyah diri kita, anak-anak dan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum wanita. Bahu membahu antara kita dan suami akan menciptakan sebuah masyarakat Islami, yang pada akhirnya akan menjadi sebuah negara Islam.

         Ummu Syarik setelah masuk Islam, beliau mendakwahi wanita-wanita Qurasiy secara diam-diam dan mengajak mereka menerima Islam. Zainab Al-Ghazali adalah di antara figur wanita modern penerus Ummu Syarik. Meskipun wanita dibolehkan keluar rumah khususnya berdakwah namun tetap ada batasan-batasan seputar pakaian:
1.    Pakaian harus menutup seluruh anggota tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan (dalam hal ini para ulama berbeda pendapat).
2.    Pakaian tidak menarik perhatian.
3.    Pakaian tidak sempit.
4.    Tidak pendek bagian bawahnya.
5.    Tidak beraroma minyak wangi.
6.    Tidak menyerupai pakaian laki-laki, karena Rasulullah melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki.
7.    Tidak memakai pakaian dengan maksud agar terkenal di antara manusia.

       Wanita sebagai tiang negara dengan pondasi keimanan dan takwa. Adakah yang lebih berharga nilainya selain keimanan yang tidak terbayar dengan dua dunia beserta kemewahannya? Jika wanita-wanita dalam suatu negara baik dan berakhlak mulia mempesona, maka alangkah kayanya negara tersebut akan kelembutan dan kasih sayang tulus? bukan berdasarkan hawa nafsu belaka yang jika dituruti hanya memperbudak manusia. Disini Islam mengajarkan, betapa pentingnya peranan seorang wanita dalam bermasyarakat, beragama dan bernegara.  

Marriage

Sebenarnya saya belum pernah menikah dan berkeinginan menikah hanya sekali seumur hidup. Allahumma Amin ya Rabb. Karena blog ini tentang "Dad's Notes" yaitu catatan-catatan ayah saya yang ditulis semasa hidupnya, jadi saya hanya menerbitkan tulisan-tulisan ayah saya didalam buku agendanya. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi amal jariyah bagi beliau. Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan merahmatinya serta melapangkan kuburnya , Allahumma ameen

Kenapa Islam menggalakkan perkawinan, alasannya : 
  1. Menyempurnakan tuntutan agama
  2. Menghalalkan perhubungan jenis 
  3. Mendapatkan keturunan yang banyak dan baik-baik
  4. Mempererat silaturrahmi 
  5. Melahirkan rasa tanggung jawab 
Rasulullah saw. berwasiat supaya memilih yang beragama. Abu Darda adalah seorang kaya dan zuhud. Anak perempuannya dilama oleh Yazid bin Muawiyah ditolak. Tapi begitu dilamar dengan seorang laki-laki soleh dan miskin diterimanya. Karena dengan memilih yang beragama insya Allah akan mendapatkkan keturunan yang baik-baik dan paham tentang kewajiban-kewajibannya. 

Tanggung jawab Istri : 
  1. Patuh dan menghormati suami 
  2. Menjaga diri dan suami serta menyimpan rahasia dan keburukan dalam rumahtangga 
  3. Berhias untuk suami 
  4. Mendidik anak-anak dengan sempurna 
  5. Menjalankan urusan RT dengan teratur 
  6. Tidak meninggalkan rumah kecuali dengan izin suami
Tanggung jawab suami : 
  1. Faham keluarga adalah amanat Allah 
  2. Menjadi pemimpin 
  3. Sayang selalu terhadap keluarga 
  4. Mewujudkan ketenangan dalam keluarga 
  5. Membimbing dan mendidik 
  6. Melindungi keluaga dari segala bentuk bahaya 
  7. Memberikan Nafkah 
  8. Menyelesaikan masalah-masalah yang timbul 
Pernikahan memang tidak mudah, tak semudah remaja jatuh cinta. Tapi sulit tidak berarti tidak bisa diwujudkan kan? Merealisasikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah adalah sebuah kemungkinan. Jika ditanam dengan sikap saling percaya dan dengan cinta Allah swt, semuanya akan menjadi mudah. 
Semoga Bermanfaat ^^

Bolehkah wanita bekerja?

Jawabannya : Boleh.

Perempuan-perempuan yang bekerja pada masa Nabi :

  1. Ummu Salim binti Mashan, bekerja sebagai perias rambut, dia yang merias shofiyyah binti hayaiy ketika menikah dengan Rasul. 
  2. Zainab binti Jahsy, bekerja menyamak kulit binatang dan hasilnya disedekahkan. 
  3. Raithah istri Abdullah bin Mas'ud, sangat aktif bekerja sebab suaminya tidak mampu mencukupi kehidupan keluarganya. 
  4. Khadijah binti Khuwailid, sebagai pedagang 
  5. Qilat ummi Bani Ammar, pernah datang kepada Rasulullah meminta petunjuk-petunjuk tentang jual beli

Rumah-rumah yang dimasuki syaithan

1. Majlis yang kosong daripada zikir
2. Rumah yang penghuninya terbiasa mencaci maki
3. Rumah yang penghuninya memutuskan silaturrahmi
4. Rumah yang penghuninya durhaka kepada orangtua
5. Rumah yang penghuninya memakan harta anak yatim
6. Rumah yang penghuninya memakan riba dan,
7. Rumah yang di dalamnya ada anjing

The Biggest Mistake

Roger Graudi, intelektual perancis yang muallaf. 
Setelah mereguk kehidupan barat sepuas-puasnya, lalu memberikan penilaian kritis objektif terhadap kebudayaan barat. 
Pembangunan yang hanya bertumpu pada kemilaunya science dan teknologi mengabaikan nilai-nilai agama dan akan menghantarkan diri kita ke ujung malapetaka. 
Prof. Arthur Schelesinger, ahli sejarah Amerika dan mantan penasihat presiden Kennedy mengatakan, "Kita sedang mendekati satu titik dimana science dan teknologi mungkin akan menciptakan lebih banyak kesulitan daripada memecahkannya"
Roger Graudi : 
Kesalahan terbesar dalam kebudayaan barat adalah terlalu berpegang pada pembangunan materi dan dianggap satu-satunya kemajuan dan kebahagiaan umat manusia. tetapi sesudah itu masyarakat mau apa? sesudah mobil-mobil, alat-alat mekanis dan komputer yang canggih di produksi secara besar-besaran terus meningkat lalu mau apa lagi? sesudah bank-bank dibangun dimana-mana dan menghasilkan keuntungan yang melimpahlalu  mau apa? sesudah dibangun kota-kota, jalan-jalan mulus dan pabrik-pabrik lantas mau kemana? Akan kemanakah kita sesudah itu semua? Manakah pembangunan di bidang moral dan nilai mental dan akhlak? sikap dan kebahagiaan sejati. 

Marilah bersama-sama kita ke arahNya, kiblatNya, Tuhan yang menciptakan semesta. karena cepat atau lambat kesanalah langkah kaki kita menuju. 

Not to be ignored

ada 3 hal yang tidak patut diabaikan oleh manusia/ orang berakal :
1. masa lalu, ruginya dapat hendaknya jadi peringatan dan labanya menjadi cambuk untuk mencapai yang lebih            besar lagi
2. masa sekarang, yaitu berusaha hendaknya mencari yang berguna dan menjauhkan yang bahaya
3. masa yang akan datang, supaya bersedia menarik manfaat dan mengelakkan yang berbahaya.

Top of any problems

Jika masyarakat takut kepada Tuhan, masalah yang besar akan kelihatan kecil. Kerana masalah utama yang sering di abaikan adalah; manusia sudah tidak takutkan Tuhan lagi. Bila hal ini terjadi, masalah yang remeh pun sudah dianggap besar kerana masyarakat sudah tidak tahu mana satu masalah penting yang perlu diselesaikan. 

Bawalah badan kemana-mana tetapi hati biarlah bersama Tuhan. 
kalau masyarakat ini mengejar kasih Allah maka tidak akan timbul perselisihan dan perpecahan.  

Jumat, 06 Januari 2012

keutamaan tutur kata Rasulullah

Keutamaan tutur kata Rasulullah
Tutur kata Rasulullah saw. Selalu mengandung makna serta membangkitkan semangat orang-orang yang di bicarakan. Sebagaimana firman Allah swt. :


1.       Rasulullah pernah bersabda : “saya adalah kota ilmu dan Ali sebagai pintunya”. Ketika Rasulullah mengucapkan ini, maka segala macam pertanyaan yang ditanyakan kepada sayyidina Ali bisa terjawab.
2.       Khalid bin Walid
Sebelum masuk Islam, ia adalah pahlawan kafir Quraisy. Tapi setelah masuk Islam, ia ikut serta dalam perang muktah. Sekembalinya dari perang, rasul berkata “Khalid adalah pedang Tuhan”. Khalid berkata, gelar itulah yang dapat menaikkan jiwaku.
3.       Muawiyah bin Abi sufyan
Suatu ketika muawiyah berlepas lelah dekat saudara perempuannya (ummu mu’minin), Umi Habibah, lalu Rasul masuk, dengan segera menghindarkan kepala adiknya yang disayanginya itu. Nabi berkata : “sayangkah adikmu itu ?” tentulah ia di sayang sebab kelak ia akan menjadi orang besar di kalangan seluruh bangsa Arab. Mu’awiyah berkata : “sabda inilah yang sangat memengaruhi jiwaku sehingga sejak saat itu tidak lepas-lepas dari ingatanku untuk menjadi orang besar”.
4.       Abu Bakar
Rasulullah saw bersabda : “Perempuan yang aku cintai adalah Aisyah dan laki-laki yang aku cintai adalah Abu Bakar”
5.       Umar bin Khattab
Rasulullah bersabda : “Seandainya ada nabi setelah saya, maka umar lah yang pantas menjadi nabi”
6.       Usman bin Affan
Rasulullah bersabda : “seandainya ada anak perempuanku yang lain, wahai usman. Maka engkau akan aku ambil sebagai menantu”
Kesanggupan Rasulullah menyelami jiwa sahabatnya supaya dapat membanttu dan mendukung fahamnya. Allah swt memberikan suatu ilmu jiwa yang dapat memberikan semangat di naikkan jiwa sahabat sehingga menjadi orang besar. Penghargaan Rasulullah kepada sahabat-sahabat menurut taraf tingkatan masing-masing.
Dad’s Note
My rest in peace Dad
Drs. H. Muhammad Thabri Thaha
Me, Ncf Atthabary